Get Adobe Flash player
Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KORPOLAIRUD DIT POLAIR POLDA BALI ---

KM.FRANSISKA

https://c1.staticflickr.com/3/2837/33692439062_af18711b77_b.jpg

Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.Pesisir pantai Tanjung Benoa mencakup tujuh lingkungan/banjar, enam di antaranya masuk wilayah Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar Tengkulung), sedangkan Banjar Terora masuk wilayah Kelurahan Benoa. Luas keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya adalah luar wilayah Banjar Terora. Dengan demikian luas wilayah Tanjung Benoa hanya 173,75 hektar.

https://c1.staticflickr.com/3/2877/33848400175_21f62170bf.jpg

Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan surganya wahana air seperti banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran penyu, biota laut, dan sebagainya. Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali. Aktifitas wahana air sangat tergantung dari kondisi pasang surut air laut yang dikenal istilah pasang purnama dan pasang tilem. Jika kena pengaruh bulan mati (tilem), atraksi wisata laut baru bisa dilangsungkan di atas pukul 11.00 hingga sore. Sebaliknya, kalau terkena pengaruh pasang purnama (bulan penuh), wisatawan bisa memulai aktivitas wisata tirta sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga sore hari biasanya sampai jam 4 sore. Bibir pantai Tanjung Benoa memiliki laut yang aman, nyaman dan indah. Karang lautnya masih lestari, sehingga ombak akan pecah di luar, sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di pantai Tanjung Benoa dikenal istilah ''laut dangkal'' dan ''laut dalam''.

https://c1.staticflickr.com/3/2911/33730655196_66d978a0e8_k.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2835/33730655766_be07a8ac9d_k.jpg

Hari sabtu, 1 April 2017 tepatnya di perairan Apollo di selenggarakan acara penenggelaman kapal motor  Fransiska hasil tangkapan dan penyidikan  dari Dit Polair Polda Bali bersama Team Satgas 115. Kapal motor Fransiska tersebut kedapatan menggunakan dokumen kapal palsu, dimana sebenarnya kapal tersebut adalah kapal milik asing yang akan mencari ikan di laut indonesia. Untuk dapat menangkap ikan di perairan indonesia, kapal tersebut diganti identitasnya dengan menggunakan identitas dokumen kapal ikan indonesia.

https://c1.staticflickr.com/4/3955/33386801970_fdc8d5a327_k.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2898/33771568315_08f626a491_b.jpg

Kapal motor Fransiska ditangkap oleh Dit Polair Polda Bali bersama Team Satgas 115 di perairan bali, dan diproses secara hukum serta kapal tersebut disita untuk dimusnahkan. Proses pemusnahan ini sangat unik, karena dilakukan serentak di seluruh indonesia yang dikomando langsung oleh Menteri Kelautan Dan Perikanan Ibu Susi Pujiastuti yang di pusatkan di Ambon dengan cara di ledakkan. Berbeda dengan daerah lain, di Bali, pemusnahan kapal tersebut dilakukan dengan cara menenggelamkannya yang dipimpin oleh Kapolda Bali dan dihadiri oleh perwakilan/undangan dari instansi terkait serta pemuka adat dan agama, hal ini dilakukan bertujuan agar tidak merusak terumbu karang dan menimbulkan polusi apabila pemusnahan kapal dilakukan dengan cara peledakan berupa sampah di laut yang akan mengotori laut.

https://c1.staticflickr.com/3/2839/33035008413_49d319cdc2_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2862/33005005114_cd2272504a_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2901/33692461982_bbf210e96e_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2829/33005006694_b2834c327e_b.jpg

Proses penenggelaman kapal Fransiska tersebut tergolong unik dan berbau mistis, karena dalam kurun waktu empat hari dari acara penenggelamnnya kapal tersebut belum mau tenggelam di tempat yang telah diatur sesuai koordinat 8046’003”LS - 115013’880”BT. Selama 4 hari tersebut, kapal Fransiska sempat terbawa arus ke arah alur pelayaran dan mengganggu lalu lintas pelayaran. Terseretnya kapal tersebut dikarena tali jangkar yang mengikat kapal tersebut tiba tiba putus. Petugas pun dengan sigap menarik kembali ke tempat semula.

https://c1.staticflickr.com/3/2923/33807437646_d55519345c_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2862/33035001543_04e5c41d89_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2930/33692463232_0245f2ffe9_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2883/33005004454_1605938070_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2927/33005006394_4d37f0159c_b.jpg

Penambahan pemberat pun dilakukan secara marathon dimana dalam persiapan penenggelaman kapal tersebut telah diisi dengan adonan molen (semen dan pasir) sebanyak 15 kubik (1 kubik = 1,5 ton), dan dilanjutkan dengan penambahan ratusan karung pasir, serta puluhan kubik batu agar bisa cepat tenggelam, tapi usaha itu kelihatan belum berhasil padahal posisis lambung kapal telah tenggelam seluruhnya. Penambahan batu sampai dilakukan 2 hari dan memakan lebih dari 5 truk batu. Dan para petugas juga meminta bantuan kepada pemangku setempat agar proses penenggelaman kapal tersebut bisa cepat selesai.

https://c1.staticflickr.com/4/3837/33035005913_991208c41c_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/4/3844/33035006553_39d0dbb42b_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2945/33463922780_dcda090c9c_b.jpg

Prosesi persembahyangan di pura segara yang di pimpin pemangku  Polair, Kompol I Putu Suaradinata dilakukan karena menurut beberapa orang pintar yang bisa menerawang secara niskala, kapal tersebut ada penunggunya.Penunggu kapal tersebut berupa arwah penyu hijau yang tidak mau melepaskan kapal Fransiska kalau belum ada sesaji yang di inginkan.

https://c1.staticflickr.com/4/3836/33807437866_e134cbe6bb_b.jpghttps://c1.staticflickr.com/3/2835/33807437846_bff2ab902e_b.jpg

Setelah proses inilah kapal Fransiska mulai dapat tenggelam sebagai mana mestinya di tempat yang telah di rencanakan.

ATV DIT POLAIR POLDA BALI

https://c1.staticflickr.com/1/762/33274119442_33d6a56229_b.jpg

Salah satu tugas pokok ATV Dit Polair Polda Bali adalah menyelenggarakan fungsi kepolisian perairan yang mencakup kegiatan patroli dialogis dan SAR terbatas pesisir pantai di wilayah perairan hukum Polda BaliKegiatan pelaksanaan tugas ATV Dit Polair Polda Bali adalah tugas dialogis dan SAR terbatas di pesisir pantai Nusa Dua, Kuta, Sanur yang dilaksanakan setiap bulannya secara tanggungjawab.

https://c1.staticflickr.com/4/3848/33274119692_706a525b7f_b.jpg

Sarana dan personel ATV Dit Polair Polda Bali meliputi 10 ( Sepuluh ) unit kendaraan ATV dengan rincian 4 (empat) Unit ATV berada di Pos Nusa Dua, 3 (tiga) unit di Pos Sanur, Dan 3 (tiga) unit di pos Kuta.Sedangkan personel ATV sebanyak 20 (duapuluh) personel yang meliputi Pos Nusa Dua sebanyak 8 (delapan) personel, pos Kuta sebanyak 6 (enam) personel dan pos Sanur sebanyak 6 (enam) personel. Untuk alat komunikasi para personel ATV dipergunakanlah radio HT pada setiap personelnya.

https://c1.staticflickr.com/4/3943/33274120912_9f38c0d4d7_k.jpg

Pelaksanaan tugas dilapangan setiap pos pos ATV berbeda beda, untuk pos sanur dan kuta dilaksanakan dalam 1x12 jam terbagi dalam regu, sedangkan untuk pos nusa dua terbagi dalam 1x24 jam. Pelaksanaan tugas meliputi giat pelayanan masyarakat, pengamanan giat masyarakat pesisir pantai. Dalam giat polmas personel ATV selalu giat memberikan himbauan kepada pengguna pantai serta berkoordinasi kepada instansi terkait.

 Kegiatan Patroli pesisir pantai mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari pengunjung atau wisatawan dan masyarakat setempat karena dapat memberikan perasaan nyaman dan aman serta dinilai sangat kreatif dalam pelayanan masyarakat.

Pengunjung

072877
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Semua Hari
110
186
296
69038
4719
2773
72877

Your IP: 54.159.44.54
Server Time: 2018-11-19 15:37:48
----------------- WEBSITE RESMI MABES POLRI -----------------
------------------ WEBSITE RESMI POLDA BALI ------------------
------ WEBSITE RESMI DIT POLAIR BAHARKAM POLRI ------